Dikuasakan oleh Blogger.

Bahaya Cinta Dunia

>> Selasa, Disember 14, 2010



Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wbt,

Allah SWT banyak sekali menerangkan dalam Al-Qur’an tentang hakikat kehidupan dunia dan menganjurkan kepada kita agar bersikap zuhud terhadapnya serta memperingatkan kita akan bahaya cinta dunia tersebut, demikian pula Rasulullah SAW dalam sabda –sabdanya.

Allah SWT berfirman: “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak.” (QS. Al-Hadiid: 20)

Allah SWT berfirman : “Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia, dan kehidupan akhirat itu di sisi Tuhanmu adalah bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS.Az-Zukhruf: 35)

Allah SWT berfirman: ”Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenagan yang memperdayakan.” (QS. Ali Imran: 185)

Allah SWT berfirman: “ Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al-A’la: 16-17)

Allah SWT berfirman: “Kamu menghendaki harta benda duniawiyah sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu)” (QS. Al-Anfal: 67)

Allah SWTberfirman: ”Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).” (QS. Ar-Ra‘du: 26)

Dari sahabat Jabir Radhiyallahu ‘Anhu bahwasanya Rasulullah SAW melewati sebuah pasar bersama beberapa sahabat. Beliau melihat seekor kambing cacat yang telah menjadi bangkai, Beliau mengambilnya dan memegang telinganya seraya bertanya: “ Siapa diantara kalian yang ingin menukar ini dengan satu dirham?” Para sahabat menjawab: tidak ada seorangpun dari kami yang ingin menukarnya dengan apapun, karena kami tidak dapat mengambil manfaat darinya sama sekali. Beliau meneruskan : “ Apakah ada yang ingin memilikinya?.” Para sahabat menjawab: Demi Allah, andaikan dia hidup diapun sudah cacat, apalagi ketika telah manjadi bangkai. Maka Rasulullah SAW bersabda: “ Demi Allah, dunia ini dihadapan Allah lebih hina daripada bangkai ini dihadapan kalian” (HR. Muslim dan Abu Dawud.)

Baginda SAW bersabda: “Tiadalah dunia dibanding akhirat melainkan hanyalah seperti air yang menempel di jari ketika salah seorang dari kalian mencelupkannya di laut.” (HR. Muslim dll)

Baginda SAW bersabda: “ Seandainya dunia ini senilai sayap seekor nyamuk, di sisi Allah, pastilah Dia tidak akan memberi minum setetes air dunia pun kepada orang kafir.” (HR. At-Tirmidzi dll, shahih.)

Baginda SAW bersabda: “Apalah artinya aku dengan dunia, tiadalah aku di dunia melainkan seperti seorang yang dalam perjalanan bernaung dibawah pohon (sebentar), kemudian melanjutkan perjalanan lagi dan meninggalkan pohon tersebut.”(HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Al-Hakim, sahih.)

Baginda SAW berwasiat kepada sahabat Ibn Umar Radhiyallahu ‘Anhuma: “ Jadilah kamu di dunia ini seperti orang asing atau seorang yang dalam perjalanan.” (HR. Bukhari dll)

Berkata Yahya bin Mu’adz -rahimahullah : “ Dunia adalah khomer (arak)- nya syaitan, barangsiapa yang mabuk olehnya maka tidak akan tersedar kecuali apabila telah mati dengan penyesalan bersama orang-orang yang merugi.”

Berkata Ibn Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu: “ Tiadalah seseorang di dunia melainkan sebagai tamu dan hartanya adalah titipan. Tamu pasti pergi dan titipan harus dikembalikan.”

Berkata sebagian salaf -rahimahumullah: “ Semua manusia dalam keadaan tertidur, apabila telah mati barulah terbangun.”

Berkata Sa’id bin Jubair rahimahullah: “ Kesenangan menipu (dunia) yang dicela adalah yang melalaikan dari akhirat, adapun yang tidak melalaikan dari akhirat maka bukanlah kesenangan yang menipu (tidak tercela), akan tetapi kesenangan yang menyampaikan kepada kesenangan yang lebih baik lagi.”

Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim, hindarkanlah dan lenyapkanlah kerinduan dunia dari hati kami, lenyapkanlah hati kami dari kerinduan harta dan kekayaan, lenyapkanlah hati kami dari kerinduan pangkat dan kebesaran, kurniakanlah kepada kami sifat qanaah (merasa cukup dengan apa yang ada), hidupkanlah dan hiaskanlah amalan-amalan yang Engkau redhai dan Engkau sukai pada diri-diri kami , dan kurniakanlah hidayat sejati bagi sekalian ummat Nabi Muhammad SAW, yang memimpini kami ke arah ketaatan kepadaMu, meninggalkan laranganMu, dan menghidupkan sunnah Rasulullah SAW dalam segenap seisi kehidupan kami,.. ameen, ameen.

Wallahua'lam..

Catat Ulasan

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sahabat filah yang dikasihi ALLAh..

Lewat laman ini pasti dan pasti terdapat banyak kekurangan dan kesilapan yang tentu saja disebabkan kerana kedhaifan ana sebagai penulis.

Maka, kupinta ditegur sapa dan nasihat ikhlas sentiasa terbuka, demi wujudnya islah antara kita..in shaa ALLAH

Jazaakumullahu khairan wa ahsanal jaza' atas kunjungan hati :)

♥ Salam ukhuwahfillah, barakallahu fikum ♥

♥ Malik Bin Dinar ♥

Sebaik-baik contoh dalam dakwah islamiyyah ialah Rasulullah SAW. Sebarang usaha yang tidak mencontohi usaha dan cara Baginda SAW, kebiasaannya akan menemui kekecewaan dan kegagalan. Pendakwah hendaklah banyak mendampingi sirah Rasulullah SAW dan menjadikan Baginda sebagai Qudwah (ikutan). Dakwah Rasulullah SAW mengajak kepada Aqidah dan Iman dahulu dari yang lain.

Daie (pendakwah) hendaklah memperingati diri sendiri sebelum memperingati orang lain. Memperbaiki diri sendiri sebelum memperbaiki orang lain. Jika daie beramal dengan apa yang diperkatakannya nescaya memberi kesan kepada hati pendengar, jika tidak apa yang diperkatakannya hanya mampu sampai ketelinga sahaja. Demikianlah pandangan Malik Bin Dinar.

♥ Ummatan Wahidah ♥

Selagi kita mengaku ALLAH yang satu, selagi itulah pasti ada jalan untuk bersatu. Sesama muslim kita umpama dua telapak tangan, dengan dipertemukan, terhasillah persaudaraan.

Tangan kanan kotor, tangan kiri juga kotor, namun dengan interaksi yag harmoni berasaskan kelembutan dan kejujuran, kita akan saling membersihkan.

Jangan ada benci. Jangan dibauri kelicikan strategi yang penuh prasangka dan tipu daya... kedua tangan akan terus bercakaran. Keduanya akan saling melukakan.

Hidup hanya sementara... sampai bila kita akan bersengketa? Percayalah apabila berada di ambang kematian... kita akan jadi rindu untuk meminta maaf dan memaafkan.

- Ustaz Pahrol Mohamad Joui -

♥ Dr 'Aidh al-Qarni ♥

Syurga itu sgt mahal harganya, jangan terlalai dalam kesenangan atau semakin jauh dari ALLAH kerana kejahilan dan kesombongan.

Bermujahadahlah dengan sungguh sungguh...telanlah kepahitan mujahadah utk menikmati kelazatan ibadah..apatah lagi tawarannya adalah syurga ALLAH. Nafsu kita ini...ya..nafsu inilah yg harus kita didik dengan taqwa, jernihkan dgn ibadah yang ikhlas...sucikan dengan memohon langsung kepada ALLAH.

Memang benar...kalau kita berlonggar sangat dengan nafsu...lemah mujahadah..akhirnya kita menjadi tawanan nafsu. Hubungan dengan ALLAH terasa tawar...solat tapi rasa jauh, quran pun sudah tak tercapai dek tangan..dengan dosa terasa biasa. Justeru...isytiharkan Jihad!..dgn nafsu, dgn bisikan syaitan dari kalangan jin dan manusia...supaya kita kuat untuk menyebarkan kebaikan dan kesejahteraan pada yang lain dengan izin ALLAH.

~ Indahnya Syurga ~

  © Blogger template Snowy Winter by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP