Dikuasakan oleh Blogger.

KHUTBAH RASULULLAH S.A.W MENYAMBUT RAMADHAN

>> Ahad, Ogos 15, 2010


“Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. jam demi jamnya adalah jam-jam yg paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.

Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah, Allah Ta’ala berfirman dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengadzab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbal-alamin.

Wahai manusia, barangsiapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.

(Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.” Rasulullah meneruskan khotbahnya, “Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan seteguk air.”)

Wahai manusia, siapa yang memperindahkan akhlaknya di bulan ini, ia akan berhasil melewati Sirathal Mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.

Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.”

(Aku –Ali bin Abi Thalib yang meriwayatkan hadits ini– berdiri dan berkata, “Ya Rasulullah, apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi, “Ya Abal Hasan, amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”).
post by: Mochamad Bugi

Catat Ulasan

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sahabat filah yang dikasihi ALLAh..

Lewat laman ini pasti dan pasti terdapat banyak kekurangan dan kesilapan yang tentu saja disebabkan kerana kedhaifan ana sebagai penulis.

Maka, kupinta ditegur sapa dan nasihat ikhlas sentiasa terbuka, demi wujudnya islah antara kita..in shaa ALLAH

Jazaakumullahu khairan wa ahsanal jaza' atas kunjungan hati :)

♥ Salam ukhuwahfillah, barakallahu fikum ♥

♥ Malik Bin Dinar ♥

Sebaik-baik contoh dalam dakwah islamiyyah ialah Rasulullah SAW. Sebarang usaha yang tidak mencontohi usaha dan cara Baginda SAW, kebiasaannya akan menemui kekecewaan dan kegagalan. Pendakwah hendaklah banyak mendampingi sirah Rasulullah SAW dan menjadikan Baginda sebagai Qudwah (ikutan). Dakwah Rasulullah SAW mengajak kepada Aqidah dan Iman dahulu dari yang lain.

Daie (pendakwah) hendaklah memperingati diri sendiri sebelum memperingati orang lain. Memperbaiki diri sendiri sebelum memperbaiki orang lain. Jika daie beramal dengan apa yang diperkatakannya nescaya memberi kesan kepada hati pendengar, jika tidak apa yang diperkatakannya hanya mampu sampai ketelinga sahaja. Demikianlah pandangan Malik Bin Dinar.

♥ Ummatan Wahidah ♥

Selagi kita mengaku ALLAH yang satu, selagi itulah pasti ada jalan untuk bersatu. Sesama muslim kita umpama dua telapak tangan, dengan dipertemukan, terhasillah persaudaraan.

Tangan kanan kotor, tangan kiri juga kotor, namun dengan interaksi yag harmoni berasaskan kelembutan dan kejujuran, kita akan saling membersihkan.

Jangan ada benci. Jangan dibauri kelicikan strategi yang penuh prasangka dan tipu daya... kedua tangan akan terus bercakaran. Keduanya akan saling melukakan.

Hidup hanya sementara... sampai bila kita akan bersengketa? Percayalah apabila berada di ambang kematian... kita akan jadi rindu untuk meminta maaf dan memaafkan.

- Ustaz Pahrol Mohamad Joui -

♥ Dr 'Aidh al-Qarni ♥

Syurga itu sgt mahal harganya, jangan terlalai dalam kesenangan atau semakin jauh dari ALLAH kerana kejahilan dan kesombongan.

Bermujahadahlah dengan sungguh sungguh...telanlah kepahitan mujahadah utk menikmati kelazatan ibadah..apatah lagi tawarannya adalah syurga ALLAH. Nafsu kita ini...ya..nafsu inilah yg harus kita didik dengan taqwa, jernihkan dgn ibadah yang ikhlas...sucikan dengan memohon langsung kepada ALLAH.

Memang benar...kalau kita berlonggar sangat dengan nafsu...lemah mujahadah..akhirnya kita menjadi tawanan nafsu. Hubungan dengan ALLAH terasa tawar...solat tapi rasa jauh, quran pun sudah tak tercapai dek tangan..dengan dosa terasa biasa. Justeru...isytiharkan Jihad!..dgn nafsu, dgn bisikan syaitan dari kalangan jin dan manusia...supaya kita kuat untuk menyebarkan kebaikan dan kesejahteraan pada yang lain dengan izin ALLAH.

~ Indahnya Syurga ~

  © Blogger template Snowy Winter by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP